Hidup itu Anugerah

Pengaruh Teknologi Informasi Dalam Sektor Pertanian Di Indonesia

05/11/2009 14:40

Oleh : Noma Hasugian

BUDIDAYA JAMUR TIRAM

 

Jamur tiram putih adalah salah satu jenis jamur kayu yang enak dimakan serta mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi, sehingga pasar di wilayah jabodetabek sering kekurangan. Pada saat ini banyak petani yang membudidayakan walaupun baru sekala kecil-kecilan dimana untuk memenuhi pasar sekitarnya sering tidak terpenuhi.

            Beberapa jenis jamur tiram (pleurotus sp) yang banyak dibudidayakan adalah jamur tiram putih (varietas ostrestus), jamur tiram abu-abu (varietas cystidiosus), jamur tiram coklat (varietas flabellatus).

            Jenis-jenis itu hampir sama dalam pertumbuhannya, dan masing-masing jenis memiliki kelebihannya, diantaranya untuk jamur tiram putih memiliki kelebihan daya simpan agak lama dibandingkan dengan tiram merah dan bentuk tudungnya agak sedikit tipis.

 

Media Tumbuh

            Media tumbuh pada saat ini dibuat lebih simpel dengan memakai polibag dari plastik ukuran 0.5, ukuran pun bisa disesuaikan tergantung selera. Sedangkan bahan baku yang digunakan yaitu serbuk gergaji, bekatul (dedak) sebagai karbohidrat, lemak dan protein,  kapur (CaCO3) sebagai sumber mineral dan pengatur pH media, Gips (CaSO4) sebagai bahan penambah dan untuk pengkokoh media agar tidak cepat rapuh, dan Air bersih.

            Komposisinya berbeda-beda tergantung selera yang membuat, misal; Serbuk gergaji 80%, bekatul 12.5%, kapur/CaCO3 1.5%, dan gips 0.5%, dan tepung jagung 5.5%, tambahkan air 40-60%.

Semua media diaduk sampai rata. Bilamana kurang air maka penyerapan makan jamur kurang optimal sehingga jamur kurus dan bilamana air terlalu banyak menyebabkan busuk akar.

            Ukuran secara visual dengan mengepal adukan yang sudah diaduk dengan rata, bila dikepal tidak buyar dan tidak mengeluarkan air berarti bagus.

Tingkat keasaman media sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur tiram. Keasaman atau pH media perlu diatur antara 6-7 dengan menggunakan kapur.

 

Pertumbuhan Jamur

            Suhu inkubasi (Penanaman/pembibitan) atau saat jamur tiram membentuk misilium adalah berkisar antara 22-28 oC. Sedangkan suhu pada pembentukan tubuh jamur berkisar antara 16-26 oC.

            Selama masa pertumbuhan misilium kelembaban udara dipertumbuhan badan buah diperkirakan antara 80-90%.

Pertumbuhan jamur sangat peka terhadap cahaya secara langsung. Intensitas cahaya yang dubutuhkan jamur sekitar 200 lux/10%. Sedangkan pertumbuhan misilium tidak diperlukan cahaya.

            Kandungan air dalam subtrat berkisar anatara 60-65%. Apabila kurang air maka pertumbuhan jamur akan terganggu atau terhenti, sebaiknya apabila kadar air terlalu tinggi maka misilium akan membusuk dan mati. Penyemprotan air ke dalam ruangan dapat dilakukan untuk mengatur suhu dan kelembaban. Sedangkan penyemprotan pada media maupun jamur yang sudah tumbuh dapat dilakukan asal saja tidak terlalu banyak.

 

Panen

            Panen dilakukan dengan cara mencabut seluruh rumpun jamur yang ada. Pemanenan tidak dapat dilakukan dengan cara memotong sebagian dari rumpunan jamur, sebab dalam satu rumpun jamur mempunyai stadia pertumbuhan yang sama. Bagian jamur yang tertinggal akan mengakibatkan busuk dan merusak pertumbuhan jamur disekitarnya.

Jamur yang sudah dipanen tidak perlu dipotong perbagian tudung, tetapi hanya dibersihkan kotoran yang menempel di akar jamur saja. Dengan cara tersebut, daya tahan jamur akan lebih lama.

Ini saya ambil satu contoh jamur Tiram yang sudah siap dipanen dalam kumbung budidaya.

 

 

KOMPOSISI GIZI BEBERAPA JENIS JAMUR

Dibandingkan BAHAN KIMIA LAINNYA (g/100g)

 

 

Bahan Pangan

Air

Protein

Lemak

Karbohidrat

Mineral

Energi (KJ)

Jamur Champignon

90,00

3,50

0,30

4,50

1,00

105,00

Jamur Merang

89,42

1,04

0,45

7,31

0,82

-

Jamur Tiram Putih

-

27,00

1,00

58,00

9,30

265,00

J.T. Coklat

-

26,60

2,00

50,70

6,50

300,00

Jamur Shiitake

-

17,50

8,00

70,70

7,00

392,00

Bayam

93,00

2,20

0,20

1,00

1,90

63,00

Asparagus

95,00

1,80

0,10

2,70

0,60

84,00

Kentang

75,00

2,00

0,10

21,00

1,10

356,00

Susu

37,00

3,50

3,70

4,80

0,70

260,00

Daging

68,00

18,00

13,00

0,50

0,50

792,00

*) : Dihitung dalam berat kering

 

 

Kandungan Vitamin dan Mineral

Jamur Shiitake dan Jamur Tiram (mg/100g bahan kering)

 

Kandugan

Lentinus edodes*

Pleorotus ostreatus

Kering

Basah

Thiamin

0,4

7,8

4,8

Riboflavin

0,9

4,9

4,7

Niasin

11,9

54,9

108,7

Vitamin C

0,0

0,0

0,0

Kalsium

98,0

12,0

33,0

Fosfer

476,0

171,0

134,0

Besi

8,5

4,0

15,2

Natrium

6,1

19,0

83,7

*): Jamur Shiitake; **): Jamur Tiram

Back

Search site

© 2009 All rights reserved.